Minggu, 25 Maret 2018

Fenomena Kesyirikan

Qadarullah hari ini dapet materi soal Fenomena Kesyirikan dari Ustadz Jalaludin Kholis beliau adalah seorang praktisi ruqyah. Ustadz bilang ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon tanpa buah. Kalau dapet ilmu sebarkan jangan tunggu sampai penuh nanti keburu lupa. Oke sip langsung aja.

Ciri-Ciri Tarbiyah:
  • Selalu belajar tiada henti.
  • Memberi keteladanan.
Proses Tarbiyah:
  • Tabligh, sifatnya woro-woro untuk menyemangati dan waktunya terbatas.
  • Taklim, dibahas lebih dalam disertai ayat, hadits dan pendukung materi. Masih belum terkontrol kapasitasnya.
  • Takwin, pembentukan sebagai kontrol untuk mendisiplinkan diri.

Ada penyakit yang sering dijumpai pada kader dakwah (saya pribadi lebih senang menyebutkan sebagai agen perubahan :D) yaitu FLU.

F: Futur, ini bisa menyebabkan adanya kejenuhan.
L: Lemah, efek samping dari si futur tadi.
U: Uzlah, keluar. Ini yang terparah syukur2 gabung ke komunitas yang lebih baik.

Nauduzubillah, doakan semoga para agen ini dijauhkan dari penyakit ini dan bisa saling mengingatkan juga menguatkan. Lanjut mengenai fenomena syirik itu tadi ada kaitannya dengan materi yang pertama di dapatkan yaitu Salimul Aqidah. Supaya aqidah kita lurus dan yang rusaknya dibongkar dulu untuk diperbaiki. Jangan sampai pas terjun ke sekolah atau masyarakat malah ga sadar kalau kita nyebar kesyirikan.

Ada pun penyakit yang tersebar di masyarakat. Menurut Syekh Hasyim Ashari, penyakitnya dinamakan TBC.

T: Tahayul
Duduk di depan pintu ga boleh nanti ga dapet jodoh, ada kupu-kupu masuk nanti ada tamu, ngubur ari-ari di kasih bunga biar wangi, masukkin pensil biar anakanya pinter, sampe dimasukkin bumbu dapur biar anaknya jago masak dan bentuk-bentuk tahayul lainnya yang mengedepankan adat hingga lupa syariat.

B: Bid'ah
Merih, puasa mutih. Derajat tertinggi kita adalah taqwa bukan dengan cara menaikkan hasta harus sangsara (meninggalkan kenikmatan dunia). Apa-apa yang sudah diajarkan Rasulullah salallahu alaihi wasallam tidak perlu ditambah-tambah. Seberapa sering kita mengikuti bid'ah sampai meninggalkan sunnah-Nya? Masih ada puasa senin-kamis, puasa daud dan puasa yang dicontohkan lainnya hingga kita tidak perlu mengedepankan yang katanya-katanya.

C: Churafat, kepercayaan terhadap animisme dan dinamisme.
Ini masih kita jumpai di beberapa daerah-daerah tertentu.

Pelan-pelan belajar dulu. Supaya nanti kalau ada yang nanya misalnya. 'Umi anak saya sakit nih ga sembuh-sembuh saya berobat ke si anu dikasih kalung isinya ada Ayat Al Qurannya gapapa kan umi?' dijawabnya keliru malah bilang 'Gapapa kok gapapa'. Nah lho. Itu jimat bisa disebut juga wafak. Rasul tidak mencontohkan ini. Ia tidak memberi bekal seperti ini kepada sahabat dan mujahid yang ikut berperang bahkan rasul pun kehilangan 70 penghafal Al Quran di perang badar bukan? Hati-hati tipuan jin tipis bedanya.

Nah bae-bae nih berobat ke yang begini ada ciri-cirinya mereka dukun atau ustadz tanda kutip, yaitu:

1. Menanyakan seperti nama ibu, hari lahir dan weton yang sakit.
2. Menggunakan benda-benda untuk dilebur, bawa pulang dll.
3. Menggunakan mantra seperti komat kamit. Berbeda dengan ruqyah, ruqyah ayatnya dibacakan dengan sangat jelas.
4. Adanya ritual tertentu, waktu tertentu dan jumlah terntentu.
5. Baru dateng udah bisa tau keluhan dan penyakit si pasien.

Semoga kita, keluarga dan kerabat dijauhkan dari hal ini. Jika belum tau belajar ilmunya lagi. Syirik termasuk 10 dosa besar syirik ini di point utama kebayang kan posisi dosanya gimana? Kita aja ga mau kan di duain. Gimana Allah coba? Allah udah baik banget banget padahal sama kita masa kita berpaling.

Sebelum sampai berobat-berobat kesana perlu tau juga nih apa aja indikasi gangguan jin. Contohnya:

1. Mimpi nikah
2. Mimpi melahirkan
3. Mimpi punya anak
4. Mimpi ketemu ular, harimau dan mimpi buruk lainnya.
5. Seperti pernah mengalami sesuatu hal yang belum terjadi seperti de javu.
6. Bisa tahu besok akan terjadi apa

Itu baru sebagian contoh yang ustadz jelaskan dan masih banyak contoh-contohnya. Dan makhluk-makhluk ini juga punya 3 cara penyebaran yaitu nasab (turunan), kasab (mencari sendiri) dan kiriman. Kalau punya indikasi bisa konsultasi ke praktisi-praktisi ruqyah untuk di diagnosa supaya ketahuan sumbernya dan segera ditindaki dengan ruqyah.

Mau coba ruqyah mandiri bisa juga dengan cara membaca Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, Al Baqarah 1-5, Ayat Qursi, Lillahi ma fis.. (masih ayat Al Baqarah) dan akhir ayat Al Baqarah. Ada beberapa teknik bacaan yang bisa dipelajari, mangga belajar lagi :D Melakukan ini dengan niat menghilangkan karena Allah dan menjaga diri dengan menguatkan kualitas ibadah kepada Allah. Ayat-ayat tersebut juga bisa digunakan untuk dibacakan sebagai air ruqyah atau untuk membuang wafak-wafak (jika punya karena ketidaktahuan atau menemukan) yang setelah dibacakan diludahi sebagai bentuk penghinaaan.

MasyaAllah materi yang menarik sebagai sedikit ulasan dari intensitas 2 jam. Terima kasih atas kesempatan kajian bulanan Sahabat Semut di akhir maret ini. Sangat bermanfaat dan semoga bisa kembali di amalkan.

Barakallahu Fiik.

Sekolah Alam Tangerang | 25 Maret 2018

1 komentar:

  1. MasyaAllah.. bahasannya nambah ilmu lagi.. semoga terus memberikan manfaat bagi banyak orang.. aamiin Allahumma aamiin..

    BalasHapus